Kadang Kita Butuh Penunjuk Jalan

February 5th, 2008 by mochdy

Kebanyakan orang menjalani hidup tanpa bisa melihat dan menyadari peluang-peluang luar biasa yang ada di sekitar mereka. Saya teringat akan kisah tetang seorang perempuan yang hidap pada awal abad ini. Bertahun-tahun ia menabung untuk impian datang ke tanah impian Amerika. akhirnya ia memang punya cukup uang untuk mendapatkan tiket naik kapal. Karena uangnya sangat mepet, ia nyaris tidak pernah keluar kabin kapal selama perjalalnan. Ia berfikir, agar bisa irit maka ia juga meransum makanan yang ia bawa sebelum naik kapal. Begitulah yang ia lakukan berhari-hari selama perjalanan di laut. Saat perjalanan tinggal sehari, ai ingin mengakhiri "tirakat" makan. Ia ingin mencicipi sajian makanan yang ada di dalam kapal. Maka, iapun keluar kabin untuk masuk ke ruang jamuan makan terakhir. Ia melihat cukup banyak makanan. lalu, dengan ragu ia bertanya pada awak kapal berapa harga makanan di situ. Ia mendapat jawaban, "Nyonya, apa kau tidak tahu? Semua makanan ini sudah termasuk dalam harga tiket kapal. Anda boleh memakannya berapa saja tanpa bayar. Gratis."

Hidup kadang seperti itu. Tetapi, kita tentu tidak ingin menjalani hidup sampai akhir dan baru menyadari bahwa Anda bisa mendapatkan yang Anda inginkan jika seseorang baru saja menunjukkan jalan. Kita bisa menikmati kelimpahan apapun  yang alam tawarkan sama seperti upaya alam memberikan kesengsaraan. Tinggal kita yang memilih.

PS. Tanya pada yang sudah hidup didalamnya dan melakukannya. Banyak dari mereka yang suka membantu. Mereka hanya membutuhkan komitmen.

quote-quote Cinta Laura yang menghibur banget

January 31st, 2008 by mochdy

"Aku pengen ke America atau ke England
kalau udah masuk ke university. Kalau di
England pengen ke Oxford, kalau di
America pengen ke Harvard atau Yale atau
Princeton"
-Cinta Laura-

"Banyak orang-orang yang ikut dunia
entertainment langsung drop out of
school, itu menurut aku that’s really
really stupid. Soalnya mereka nggak
pikirin long term"
-Cinta Laura-

"aku gak suka dengan istilah
boyfriend..aku lebih suka disebut teman
dekat..teman buat punching, running,lari
lari kecil …"
–cinta laura—

"Not all beautiful people bisa menjadi
famous"
- Cinta Laura

" Bahasa Indonesia saya buruk sekali,
jadi Cinta will be going to Australia to
improve Bahasa Indonesia Cinta "
- Cinta Laura

N22602170912_3184

*favourite quote*
"Uda uwjan, bewcek, ngga awda owjek.." -Cinta Laura Keihl-

Gimana sewu kan?

Implement Pareto System

January 1st, 2008 by mochdy

2o% pekerjaan kita itu mewakili 80% kinerja kita, tidak semua pekerjaan kita berbanding lurus dengan  kontribusi kita. Ada hal2 yang tidak penting, dan ada hal2 yang sangat penting. Yang membuat kiat perform 80% itu adalah 20% aktivitas kita. Misalnya, jika kita adalah seorang manager, delegate your job. Jangan karena Anda tidak percaya pada orang lain, maka rolling door kantor dibuka oleh Anda pada pagi dan sore hari.
Buat time management, First Think First!  Kita cukup melakukan hal yang kecil akan tetapi hasilnya besar. Waktu kita semua sama baik itu orang sukses ataupun orang gagal, tinggal bagaimana kita membuat waktu kita berkualitas. Bagaimana kita mengkonsumsi waktu kita yang 24 jam dengan hal2 yang lebih bernilai. Misalnya, kita hanya nonton TV yang mempunyai added value buat kehidupan kita selanjutnya. Buat waktu kita mempunyai kontribusi untuk kehidupan kita selanjutnya.

Nu Year ; Peramal adalah penghambat

December 29th, 2007 by mochdy

maBaca BLOG ini setiap tahun baru

bikin blok eh salah blog itu susah2 gampang. kalo 2 - tiga kali sih tdk masalah. tapi bagemana kalo rutin setiap hari, setiap minggu? bisa copi paste temen punya? padahal, gwe ga’ jago nulis…komentar, iya! huahahha dasar.
kalo nulisnya masalah yang negatip? gwe mungkin salah satu org yang jago menghujat, tapi diantara ratusan teman yang baca blog mungkin saya bisa menanggung dosa mereka makanya presentasi dari yang negatip dan positif mungkin  banding 20% - 80%lah. oleh karena itulah saya senantiasa menulis yang 80%nya, yang positif tidak terkecuali pergantian tahun. (yang lain penggembira, supaya bisa dibilang org asik).
Terus terang saya kurang sependapat dengan ramalan beberapa konsultan, okonom, penasehat atau ahlih fengshui tentang tahun depan. yah, asal tahu saja, tidak sedikit adri mereka yang melontarkan sentimen-sentimen buruk. misalnya, (lagi-lagi) krisis.
padahal, tahukah dikau, acapkali sikon semakinkeruh lantaran komentar orang2 yang dianggap pakar di bidangnya, kemudian komentar tersebut dikutip oleh media massas, yang selanjutnya diamini oleh pakar-pakar yang lainnya. pada akhirnya, komentar sedemikian rupa menjadi sugesti bagi semua pelakunya.
kalo kita paham, sebenarnya sentimen2 tersebut hanya akan menumpulkan motivasi dan melumpuhkan syaraf2 inovasi. optimisme bisa musnah! ide2 cemerlangpun bisa punah!
seandainya hal2 negatif terus-menerus dijejalkan ke otak lu, maka apakah mungkin tuh otak akan menghasilkan hal positif? mustahil, garbage in, garbage out. ujujung2nya, negativity alias bayang2 kemerosotan, kegagalan, atau kebangkrutanpun meracuni benak.
dan tanpa disadari, apa2 yang berkecamuk di mindset tersebut akan terealisasi dengan sendirinya di market. ringkasannya, from mindset to market. dan itu artinya - ya, anpun- lu telah merancang nasib buruk untuk diri lu sendiri. hanya gara2 kabar yang masih keruh? ah, yang benner aja!
saya sih ga’ tau lu mikirin apa. tapi, buat gwe tahun depan adalah tahun yang paling indah - tiada duanya. Positivity, itulah sikap yang gwe sambut setiap pergantian tahun.
ketahui lanskap persaingan, katahui peta ekonomi, ketahui apa yang bakal booming, ketahui apa yang sudah ngetrnd supaya ga keikut trend yang ada n nyari yg bakalannya, itu wajib hukumnya. boleh juga mengambil langkah antisipasi, tapi jangan pernah sekalipun merancang nasib buruk untuk diri kita sendiri. itu konyol namanya.
trus gmn apabila krisis benar2 terjadi? be positif man! toh, krisis jg menyimpan sisi plus. bukankah karakter cina "krisis" desebut dengan "wei-ji" yang mengisiaratkan dua makna, yaitu "bahaya" dan "peluang"? jelas sudah! apa perlu diuraikan lagi?
coba deh direnungkan, krisis akan membuka kesempatan2 anyar. krisis jg akan menyisihkan sejuml;ahpesaing. selain menggemleng stamina, krisispun akan mendidik kita agar bekerja lebih hemat dan lebih kreatif.
entah apa kata peramal. tapi satu hal yang pasti, gwe percaya sepenuhnya bahwa alur nasib lu ditentukan oleh lu sendiri, yahhh bukan peramal. so? kalo lu mau. lu jg bs menjadi pemenang next year. gwe yakin banget lu b isa… lah, gwe aja yakin lu bisa, masak lu sendiri ngga yakin seeeh?

You are the creator

December 3rd, 2007 by mochdy

We can make our past tense from this present tense.

Past_tense

Be carefully with our thought. We are the creator of our life. We can create what ever we want for our future too. This is what we called “the manifest of our thought”.
Here is where the magic happen.
picture taken: today 12/03/07 6:15PM

Biografi : Tantowi Yahya

November 29th, 2007 by mochdy

"Intinya adalah, belajar pada orang yang pernah menjalaninya, sudah melakukannya dan sudah mencapainya, itulah kunci sukses jaman sekarang. Tidak perlu cara lain lagi, modifikasi dan diskusikan dengan mereka. Jangan sok tahu."

Tantowi Yahya yang
kerap disapa "Mr. Tiwai" dilahirkan dari keluarga yang sederhana di
kota Palembang pada 26 Oktober 1960. Mengawali karir di bidang
perhotelan sesuai dengan background pendidikannya di National Hotel and
Tourism Institute Bandung yang diselesaikannya pada tahun 1983.

Berkat
kerja keras dan kemauan belajar yang tinggi akhirnya beliau berhasil
menjadi salah satu presenter/ MC terbaik di Indonesia. Hal itu
dibuktikan dengan penghargaan yang diterimanya dari Panasonic Awards
sebagai The Most Favourite Television Quiz Host selama 2 tahun
berturut-turut (2003 dan 2004).

Pada tahun 1994 beliau
mendirikan PT. Ciptadaya Prestasi (lebih dikenal dengan Cee Pee),
sebuah rumah produksi yang melahirkan bintang-bintang baru. Tantowi
juga tercatat sebagai salah satu founder sekaligus sekretaris jenderal
Indonesian Music Awards Foundation dari tahu 1997-2001.

Keinginannya
untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dibuktikan dengan
dikeluarkannya album berisikan lagu-lagu daerah yang akhirnya
menghantarkan Tantowi menerima penghargaan AMI-Sharp Awards sebagai
Best Ballad and Country singer pada tahun 2002. Kemudian, pada tahun
2004 AMI-Samsung Awards menganugerahinya Best Traditional Album Singer.

Tantowi
kemudian mendirikan Country Music Club of Indonesia di tahun 2003, dan
setahun kemudian METRO TV mengundangnya untuk menjadi host di acara
musik country atau yang dikenal "Goin’ Country".

Pada
tahun 2005 Tantowi diundang sebagai wakil Indonesia di Eisenhower
Fellowship, sebuah event internasional yang mempertemukan wakil-wakil
dari berbagai negara. Event tersebut dihadiri oleh para politikus,
pejabat tinggi pemerintahan ataupun pegusaha. dalam event itu, Tantowi
beliau adalah satu-satunya orang yang mempunyai background
entertainment.

Pada saat penutupan acara, Tantowi menunjukkan
kapasitasnya sebagai seorang public speaker yang handal. Ia terpilih
mewakili Asia Pasifik untuk menyampaikan pidato. Pidatonya memukau para
fellow dan para juri dengan cara berbicaranya yang lancar dan penuh
makna.

Tantowi mengatakan bahwa kesuksesan yang diperolehnya
sampai saat ini bukan karena kepandaian atau gelar akademis, akan
tetapi kesuksesan ini diperoleh karena kemampuannya untuk menjalin
hubungan dan komunikasi yang baik dengan orang dan kemampuan inilah
yang diyakininya mengantarkan seseorang mencapai kesuksesan.

Keyakinan itu diperolehnya berdasarkan motto hidupnya "salah
satu kepuasan terbesar saya dalam hidup ini adalah ketika berhasil
menyampaikan persoalan yang pelik dalam bahasa yang sederhana dan
dimengerti oleh semua orang"
. Ia juga meyakini bahwa kemampuan itu
bisa dipelajari. Maka, Mr. Tiwai dan teman-teman pun mendirikan Tantowi
Yahya Public Speaking School (TYPSS).

Kini,
Tantowi sering mempromosikan sekolah kejuruan, yang selama ini dianggap
nomor dua dibanding SMU umum. Tantowi juga menjadi dinobatkan sebagai
Duta Baca Indonesia 2006 oleh Perpustakaan Nasional RI, berkaitan
dengan kegemarannya membaca.

Sekali lagi, sejalan dengan hukum
sukses yang pasti berlakunya, Tantowi juga menjalani berbagai hal dan
kejadian di dalam hidupnya dengan segala suka dan dukanya.

Modal
yang sangat penting dalam setiap upaya yang dilakukan Tantowi adalah
kerja keras. Ayahnya, adalah salah satu sosok yang menyumbang banyak
bagi perkembangan pribadinya. Lahir di sebuah keluarga yang diboleh
dibilang miskin, Tantowi diminta ayahnya untuk mengikuti kursus Bahasa
Inggris ketika ia duduk di bangku SMP.

Seorang tantowi adalah
seorang pembelajar yang cerdas. Untuk dunia presenternya, Tantowi
belajar dari para seniornya yang sudah tidak asing lagi di telinga
pemirsa televisi dan pendengar radio. Dari Koes Hendratmo, ia belajar
senyuman yang tulus. Dari Krisbiantoro, ia belajar artikulasi dan
pemilihan kata yang bermakna. Dari Bob Tutupoli, ia belajar penggunaan
Bahasa Inggris di atas panggung. Sedangkan dari Ani Sumadi, ia
mendalami seluk-beluk dunia pertelevisian. Hampir seluruhnya ia jajaki
secara otodidak.

Kunci kesuksesan seorang Tantowi Yahya
sesungguhnya ada pada mindset sukses dan semangat untuk sukses. Dan
untuk dua hal itu, berbagai kendala dan hambatan membuat Tantowi
seperti tak pernah merasakannya.

Apa yang didapatkannya sekarang
ini, sudah diimpikannya sejak dirinya masih di Sekolah Dasar.
Kebiasaannya di SD waktu itu, tiap kali mengisi biodata, ia selalu
menuliskan cita-citanya: "pingin jadi orang beken".

Sejak kecil
rasa optimisme Tanto memang sudah tebal. Bahkan ketika kecil, ia sudah
yakin hidupnya tak bakalan susah. Bayangkanlah, ketika anak-anak
seusianya di kelas dua SMA saat itu paling banter punya uang saku 500
sampai 1000 rupiah per hari, Tantowi sudah berpenghasilan dari mengajar
bahasa Inggris dengan gaji 150 ribu rupiah per bulan.

Berikut
adalah petikan wawancara anak asal Tujuh Ulu, Palembang, yang ambisius
itu, dengan Jodhi Yudono dari Kompas Cyber Media yang dimuat di Kompas
Online. Wawancara ini terjadi di tahun 2002. Perhatikan dan pelajarilah
bagaimana seorang Tantowi Yahya bisa sukses dengan mindset dan semangat
hidup yang tepat.

Sudah berapa lama Ceepee berkibar?

Ceepe
itu berdiri tahun 1994, berarti sudah memasuki usia ke delapan. Terus
terang masih jauh, agak gagal gue dalam hal itu. Dalam pengertian, gue
punya target Ceepe udah besar banget, tapi ternyata masuk ke usia
delapan ternyata tak semudah yang gue bayangkan. Jadi perusahaan gue
dari berdiri sampai sekarang ya masih segitu-gitu saja.

Terus?

Terus,
gue kepingin banget bawain Who Wants To Be a Millionaire, kejadian.
Jadi hal-hal seperti itu satu sisi cepet banget. Tapi di bisnis, gue
rasa gue nggak.

Anda dengan gampang mendapatkan itu semua, apa sih modal Anda?

Gue
itu hoki. Hoki itu adalah kombinasi dari dua hal. Kemampuan dan
peluang. Lu menjadi orang yang sangat qualified, tapi peluang tidak
ada, nggak akan jadi apa-apa. Tapi sebaliknya, peluang terbuka tapi lu
nggak siap, lu juga nggak akan bisa jadi apa-apa.

Kalau gue hoki
doang, dalam pengertian peluang doang yang gue dapat, nggak mungkin gue
bisa seperti ini. Tahun 1989 gue memang diambil oleh Bu Ani (Ani
Sumadi, produser Kuis Gita Remaja-Red), tapi kalau gue tidak qualified,
sebagai presenter, sebagai host, nggak mungkin bisa seperti sekarang.

Faktor apa yang memacu Anda memiliki kemampuan yang tidak dimiliki rata-rata anak seusia Anda waktu itu?

Jadi
yang pertama ngedrive gue itu bapak. Waktu kelas satu SMP gue dimasukin
les bahasa Inggris. Terakhir gue tahu, kenapa bapak gue masukin gue les
bahasa Inggris. Kelas I SMP gue belajar bahasa Inggris, kelas dua SMA
gue mengajar di tempat gue belajar.

Dari kecil sudah punya visi tentang kehidupan di masa depan yang lebih baik ya?

Sangat.
Lu kalau denger omongan gue, kesannya GR (Gede Rumangsa) banget. Jaman
itu kan kita suka tuker-tukeran data pribadi. Ada nama, alamat, hobby,
cita-cita, kata mutiara. Lu tahu nggak cita-cita gue? Pengin beken.
Selalu gue tulis, "pengin beken". Tapi gue sendiri nggak tahu, beken
gue itu lewat apa. Tapi gue yakin dan percaya, gue bakal beken. Gue
yakin banget, someday, gue bakal beken. Tapi gue jadi apa, gue nggak
tahu.

Nah, ketika itu terjadi di gue, ketika gue muncul di TV
dan orang kenal gue. Apa yang gue cita-citakan puluhan tahun yang lalu,
kejadian di diri gue sekarang.

Gue itu ambisius banget, loh.
Cuma gue nggak nunjukin ke orang. Dalam pengertian, gue nggak bakal
nyikut orang, gue nggak bakal matiin orang. Tapi bahwa gue punya
cita-cita yang meledak-ledak di dalam dada gue, orang nggak tahu. Tapi
ketika itu udah kejadian, gue baru cerita bahwa itu udah gue
cita-citakan lima tahun lalu.

Gue, pertama kerja itu tahun 82 di
Borobudur (Hotel Borobudur-Red) dua tahun, kemudian gue pindah ke
Hilton. Tahun 87 gue pindah ke BASF (perusahaan pita kaset-Red) sampai
tahun 94. Gue itu punya target, tahun 200 gue harus punya bisnis
sendiri, itu udah ada di benak gue. Belum sampai 2000, tahun 94 gue
udah punya usaha sendiri.

Setiap gue mencatat cita-cita gue,
haruslah reasonable. Ketika gue harus menjadi promotion manager di
sebuah perusahaan multi nasional kayak BASF, waktu itu gue hanyalah
seorang karyawan Hilton. Waktu gue ketemu dengan promotion manager
BASF, gue duduk di sini dan dia duduk di sana. Dalam hati gue bilang,
mestinya yang duduk di situ itu gue. Karena gue tahu kapasitas gue.
Alangkah indahnya kalau gue bisa jadi promotion manager perusahaan pita
kaset terbesar di Indonesia saat itu, BASF.

Tahun 87 gue masuk,
tahun 88 (akhir) gue sudah jadi promotion manager. Gue tahu banget, gue
pantes duduk di situ. Nah, gue nggak pernah cerita sama orang, apalagi
sampai ngomong, tunggu dua tahun gue bakal duduk di situ. Itu yang
menjadi dorongan bagi gua, dan gue sangat gelisah untuk mengejar itu.
Gue nggak tahu, apakah hal ini juga terjadi pada semua orang atau
nggak. Tapi gue terus berusaha dengan menambah kemampuan gue dibarengi
dengan doa agar gue pantas duduk sebagai promotion manager.

Spirit semacam itu mulai muncul sejak kapan?

Dari kecil, waktu SD.

Anda kok kayaknya dendam banget pingin jadi orang sukses?

Ya…
keluarga gue sederhana banget untuk tidak mengatakan miskin. Meskipun
keluarga gue sederhana banget, tapi gue nggak dendam. Karena apa?
Karena gue bahagia. Gue tumbuh di sebuah keluarga yang kasih sayangnya
buat kami itu penuh dari bapak sama ibu. Jadi keadaan ekonomi demikian
bukan sesuatu yang harus gue sesali dan gue benci. Tapi gue kepingin
lebih.

Gue tahu banget bahwa gue punya banyak kelebihan, dan ini
yang bakal gue manfaatkan ke depan. Jadi, sejak kecil gue juga sudah
merasa bahwa gue nggak bakal susah, hidup optimistis saja. Tapi, gue
mimpi, gue melakukan hal-hal yang menurut gue bisa. Yang gue bayangkan
adalah hal-hal yang bisa gue raih.

Masa kecil Anda seperti apa?

Gue
itu tumbuh di lingkungan di daerah Bronx kalo di Amerika. Namanya
daerah Tujuh Ulu, di Palembang. Orang itu kalau berantem itu nusuk.
Tapi Alhamdulillah, gue sama Helmi, nggak ikut mereka. Kita berkembang
dan bergaul sama mereka, menyayangi mereka, tapi kita juga punya teman
di tempat lain yang kita jadiin patokan. Orang-orang yang maju,
orang-orang yang jago musik, nah itu teman-teman kita. Gue banyak
banget berkiblat ke mereka.

Jadi gue bukannya bermaksud milih.
Gue hidup di daerah yang gitu banget, kumuh, tapi gue juga bergaul di
kelompok gedongan di daerah Menteng (kalau di Jakarta). Temen gue
banyak banget. Gue banyak belajar mengenai etiket, visi, kehidupan
modern, walaupun gue orang kampung.

Dan gue sejak kecil udah
gemar membaca. Gue kalau baca itu dari depan sampai abis. Tapi pola
baca gue dari kecil sampai sekarang itu sama. Baca koran, depan,
kemudian olahraga. Yang gue cari cuma sepakbola. Makanya kalau lu tanya
pemain bola waktu itu gue apal di luar kepala. Baru baca yang lain-lain
sampai habis. Gue itu waktu SD yang namanya gubernur se-Indonesia,
hapal.

Sekarang ini tinggal apa lagi mimpi Anda yang belum kesampaian?

Menurut
gue, gue udah puas berbicara untuk produk yang sifatnya komersial. Gue
tuh kepingin banget jadi jubir (juru bicara), tapi jubir negara. Karena
menurut gue, yang missing dari negara ini adalah, kita nggak punya
orang yang benar-benar qualified yang bisa bercerita apa adanya dengan
bahasa yang sangat luwes, yang bisa diterima pers, yang bisa diterima
oleh seluruh dunia.

Banyak dampak negatif yang terjadi di negara
ini akibat ketidakmampuan kita untuk mengutarakan itu. Semua orang
ngomong, dan lebih gila lagi kalau lu pakai interpreter. Kalau lu pakai
interpreter, kan terjadi distorsi. Lu ngomong apa, keluarnya apa. Itu
yang di quot oleh pers. Nah, one day, gue kepingin jadi seperti itu.

Seorang Tantowi Yahya, memberi contoh akurat bagi kita tentang perlunya mindset dan semangat yang tepat untuk meraih kesuksesan.

"Success is never ending; failure is never final."

THE GAY FLIGHT ATTENDANT

November 21st, 2007 by mochdy

This one is too funny to not to tell.

My flight was being served by an obviously gay flight attendant, who
seemed to put everyone in a good mood as he served us food and drinks. 

As the plane prepared to descend, he came swishing down the aisle and
told us:  "Captain Marvey has asked me to announce that he’ll be landing
the big scary plane shortly, so lovely people, if you could just put your 
trays up, that would be super."

On his trip back up the aisle, he noticed this well-dressed and rather
Arabic looking woman hadn’t moved a muscle.

"Perhaps you didn’t hear me over those big brute engines but I asked you
to raise your trazy-poo, so the main man can pitty-pat us on the ground."

She calmly turned her head and said, "In my country, I am called a 
Princess and I take orders from no one."

To which (I swear) the flight attendant replied, without missing a beat,

" Well, sweet-cheeks, in my country I’m called a Queen, so I outrank you.   
Tray-up, Bitch."

Syukurku (20.22.07)

November 20th, 2007 by mochdy

hari ini adalah doa untuk saya.
doa dari teman dan alam semesta, bahagia dibarengi kesehatan. Betul2 sebuah kelimpahan dari detik ke detik dari bangun tadi pagi sampai saat ini.

Syukurku.

The Pics of My Dream Car

October 22nd, 2007 by mochdy

Popup_ext_gallery13

wish me…

Popup_ext_gallery10

Chevrolet Avalanche

Beberapa waktu yang lalu saya menguburkan beberapa impianku yang sempat saya timbun di kedalaman 10 meter dibawah tanah, bukan karena saya merasa tidak berdaya, akan tatapi saya merasa bahwa memang tidak gampang hidup ini. itu pun fikiran ini terbersit dan saya rasakankan setelah belajar berjalan, mengenal TK, dimarahi ortu, dipukulin guru, dicemooh teman, didepak pacar, nilai kuliah jeblok dan masih banyak lagi pengalaman2 yang menyakitkan.  Poinnya adalah saya merasa bahwa hidup itu tidak gampang, dan beberapa waktu yang lalu saya merasa hidup perlu perjuangan dan pengorbanan. Ada harga yang harus saya bayar untuk mewujudkan dan mendapatkan kehendak pribadi dan apresiasi orang lain. Saat itu juga saya kembali menggali impian2 saya yang sempat saya kubur tersebut. salah satunya adalah impian masa TK saya untuk memiliki mobil mainan saya diatas.
Anda ingat mainan diatas? apakah mirip dengan mobil2an Anda sewaktu kecil dulu?
kalau saya, mobil diatas sangat mirip dengan mobil2an yang saya dapatkan ketika saya ngotot kepada ibu saya untuk saya dibelikan olehnya.
Saya rasa kita harus ngotot kepada diri kita sendiri untuk mendapatkan mainan yang kita inginkan sekarang.
Popup_ext_gallery06

www.chevrolet.com

Cara kerja alam memberi kita rezeki

October 18th, 2007 by mochdy
Beberapa hari yang lalu saya mengunjungi toko buku Gramediadan melihat-lihat apakah ada buku baru yang cukup menarikuntuk dibaca dan untuk dibeli.

Ya, saya memang sangat suka untuk membaca buku, khususnyabuku bisnis, motivasi dan kesuksesan.

Saat saya melihat sekilas.. ada buku dari A.A. Gym yangmenarik perhatian saya.. Judul buku tersebut adalah "Sayatidak ingin kaya tapi saya harus kaya." (Jikalau tidak salah ingat) Judul ini menarik perhatian saya.

Benar, dalam kesuksesan tidak pernah tertulis bahwa untukmencapai kesuksesan Anda HARUS kaya. Memiliki kekayaan dan kemakmuran bukanlah solusi terhadap masalah hidup Anda.Saya setuju 100%, kekayaan tidak menyelesaikan masalahhidup Anda.

Buktinya, banyak orang kayapun memiliki masalah mereka sendiri.. TETAPI.. bagi saya, jauh LEBIH BAIK kaya dibandingkan hidup serba kekurangan.

Saya ingat statement yang mengatakan bahwa uang itu bukansegalanya.. betul sekali.. namun, apakah Anda tahu bahwaHAMPIR segala sesuatu menyangkut dengan uang?

Jikalau Anda inginkan hal dibawah ini:1. Makan membutuhkan uang.2. Tempat tinggal membutuhkan uang.3. Liburan membutuhkan uang.

Hampir semua hal membutuhkan uang.. Ya, Anda tidak harus kaya, yang penting berkecukupan.. tapi bagi saya itu tidaklah cukup. Memang orang kaya memiliki masalah merekasendiri. Tetapi dengan kaya, Anda bisa jauh lebih bergunakepada sesama.

Anda dapat:1. Memberikan makan bagi orang lain dalam jumlah yang besar.2. Memberikan dana bagi penelitian penyakit tertentu.3. Membangun badan sosial untuk misi mulia.4. Masih banyak lainnya.

Dengan kaya, Anda akan jauh lebih fleksibel untuk menolongorang lain dan saya mendorong Anda untuk melakukan hal itu.

Dalam email ini, saya juga akan memberikan kepada Andasatu rahasia tentang Kekayaan. Prinsip tersebut berlakubagi siapapun. Dengarkan ini...

Give and You Shall Receive

Untuk mendapatkan kekayaan, ada suatu prinsip yang cukupaneh.. Orang berkata untuk menjadi kaya, kita harus lebihbanyak menerima dan tidak perlu membagi kepada orang lain.Kita hanya perlu menumpuk kekayaan bagi diri kita sendiri.

Well, prinsip itu salah besar..

Anda harus memberikan terlebih dahulu kepada orang lain,barulah Anda akan menerima hasilnya.  Sesuai dengan TheLaw of Attraction. Beri baru terima.

Bukan kata Terima Kasih, yang terima dulu baru kasih tetapiKasih terlebih dahulu baru Anda terima.

Contoh:Bill Gates (pemilik Microsoft) menjadi kaya karena ia memberikan dulu software Windows (menciptakan value bagiorang lain) barulah ia menerima kekayaan.

Seperti itulah aliran tersebut bekerja.. bukan sebaliknya.

Simple really.. tetapi sering dilupakan. Banyak orang inginmenjadi kaya dengan mengharapkan durian runtuh tanpaterlebih dahulu memberian value bagi orang lain. Hal itutentu salah besar. Tanpa memberi dulu, Anda TIDAK akanpernah menerima.